Morfem Dalam Pembentukan Kata
Morfem adalah satuan bahasa yang turut serta dalam pembentukan kata dan dapat dibedakan artinya. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata duga. Morfem dalam Bahasa Indonesia berdasarkan bentuknya terbagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Morfem Bebas
Menurut Santoso (2004), morfem bebas adalah morfem yang mempunyai potensi untuk berdiri sendiri sebagai kata dan dapat langsung membentuk kalimat. Dengan demikian, morfem bebas merupakan morfem yang diucapkan tersendiri; seperti: gelas, meja, pergi dan sebagainya. Morfem bebas sudah termasuk kata. Tetapi ingat, konsep kata tidak hanya morfem bebas, kata juga meliputi semua bentuk gabungan antara morfem terikat dengan morfem bebas, morfem dasar dengan morfem dasar. Jadi dapat dikatakan bahwa morfem bebas itu kata dasar.
Contohnya: rumah, pulang, jatuh, sibuk, senang, takut, ibu dll.
2. Morfem Terikat
Morfem terikat merupakan morfem yang belum mengandung arti, maka morfem ini belum mempunyai potensi sebagai kata. Untuk membentuk kata, morfem ini harus digabung dengan morfem bebas. Menurut Samsuri (1994), morfem terikat tidak pernah di dalam bahasa yang wajar diucapkan tersendiri. Morfem-morfem ini, selain contoh yang telah diuraikan pada bagian awal, umpanya: ter-, per-, -i, -an. Di samping itu ada juga bentuk-bentuk seperti –juang, -gurau, -tawa, yang tidak pernah juga diucapkan tersendiri, melainkan selalu dengan salah satu imbuhan atau lebih. Tetapi sebagai morfem terikat yang berbeda dengan imbuhan, bisa mengadakan bentukan atau konstruksi dengan morfem terikat yang lain.
1). Morfem terikat morfologis yakni morfem yang terikat pada sebuah morfem dasar, adalah sebagai berikut:
a. prefiks (awalan): per-, me-, ter-, di-, ber- dan lain-lain
b.infiks (sisipan): -el-, -em, -er-
c. sufiks (akhiran): -an, kan, -i
d. konfiks (imbuhan gabungan senyawa) mempunyai fungsi macam-macam sebagai berikut.
a) Imbuhan yang berfungsi membentuk kata kerja, yaitu: me-, ber-, per-, -kan, -i, dan ber-an.
b) Imbuhan yang berfungsi membentuk kata benda, yaitu: pe-, ke-, -an, ke-an, per-an, -man, -wan, -wati.
c)Imbuhan yang berfungsi membentuk kata sifat: ter-, -i, -wi, -iah.
d)Imbuhan yang berfungsi membentuk kata bilangan: ke-, se-.
e)Imbuhan yang berfungsi membentuk kata tugas: se-, dan se-nya.
2). Morfem terikat sintaksis adalah morfem dasar yang tidak mampu berdiri sendiri sebagai kata. Perhatikan contoh berikut: Anak yang pintar dan sabar itu membaca buku. Dari deretan morfem yang menjadi unsur kata dalam kalimat di atas, jika diklasifikasikan berdasarkan morfemnya adalah: anak, pintar, sabar, baca, buku, adalah morfem bebas. Mem- adalah morfem terikat morfologis. Sedangkan morfem yang, serta morfem dan dalam kalimat di atas belum dapat berdiri sendiri sebagai kata karena tidak mengandung makna tersendiri.
Contoh kalimat morfologi dan menentukan morfem bebas dan terikat.
Dia menyingkap tali tas pada bahunya. Pagi ini aku akan melakukan wawancara radio yang tertunda dua hari yang lalu. Anggota yang lain terlihat sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing. Dia sibuk berkomentar sendiri tentang sepatu barunya yang berbeda warna. Kanan dengan warna hijau sementara kiri dengan warna kuning. Ia menyebutnya sebagai tren baru: tabrak warna. sedangkan mereka memberi beberapa kata ejekan.
Morfem Bebas yaitu, dia, tas, tali, pada, pagi, ini, aku, akan, wawancara, radio, yang, dua, hari, lalu, anggota, lain, sibuk, diri, mereka, masing, sendiri, tentang, sepatu, warna, kanan, dengan, hijau, sementara, kiri, kuning, ia, sebagai, tren, baru, tabrak, mereka, kata.
Morfem Terikat yaitu, menyingkap, bahunya, melakukan, tertunda, terlihat, mempersiapkan, berkomentar, barunya, berbeda, menyebutnya, sedangkan, memberi, beberapa, ejekan.
Daftar Pustaka
http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Kajian%20Bahasa%20Indonesia%20SD/BAC/Unit_4_0.pdf
http://susandi.wordpress.com/seputar-bahasa/morfologi-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar