Rabu, 22 Februari 2017

Hakikat Bahasa


Hakikat Bahasa


Hakikat atau pengertian bahasa menurut para ahli:

Abdul Chaer, Memberikan ciri-ciri hakikat bahasa antara lain,

Ø  sistem lambang,

Ø  berupa bunyi,

Ø  bersifat arbitrer,

Ø  produktif,

Ø  dinamis,

Ø  beragam

Ø  manusiawi.


Block & Trager yang dikutip oleh Hasan Lubis, sebagai berikut:

Ø  Language is a system of arbitrary vocal symbol (bahasa adalah sebuah sistem lambang-lambang vokal yang bersifat arbitrer)


Lubis menandai empat hal yang menjadi ciri bahasa, yaitu:

Sistem, artinya keteraturan, dimulai dari bunyi-bunyi, fonem-fonem, morfen-morfen, kata-kata dan kalimat-kalimat yang semuanya mempunyai sistem atau aturan.

Lambang, dimana dalam sistem bahasa lambang memiliki makna.

Vokal, dalam definisi yang disampaikan oleh Lubis mengacu pada alat ucap, ia mengatakan bahwa bahasa adalah lambang-lambang yang diucapkan dengan teratur.

Arbitrer, ia jelaskan dengan istilah manasuka.

Prof, Anderson mengemukakan delapan prinsip dasar mengenai hakikat bahasa:

·         Bahasa adalah suatu system,

·         Bahasa adalah vocal,

·         Bahasa tersusun dari lambang-lambang manasuka,

·         Setiap bahasa bersifat khas dan unik,

·         Bahasa dibangun dari kebiasaan-kebiasaan,

·         Bahasa berhubungan erat dengan budaya asalnya,

·         Bahasa itu berubah-ubah.


H. Dauglas Blown, setelah menelaah batasan bahasa beberapa sumber, ia membuat rangkuman sebagai berikut:
Bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem gererative,
Bahasa adalah seperangkat lambang-lambang manasuka atau simbol-simbol arbitrer,
Lambang tersebut terutama sekali bersifat vokal tetapi mungkin juga bersifat visual,
Lambang itu mengandung makna konvensional,
Bahasa dipergunakan sebagai alat komunikasi,
Bahasa beroprasi dalam suatu masyarakat bahasa atau budaya,
Bahasa pada hakikatnya bersifat kemanusiaan, walaupun mungkin tidak terbatas pada manusia saja,
Bahasa diperoleh semua orang atau bangsa dengan cara yang hampir bersamaan, bahasa dan belajar bahasa mempunyai ciri-ciri kemestaan.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat bahasa itu adalah sebuah sistem yang terdiri atas subsistem-subsistem yang memiliki aturan tersendiri, sistem bahasa tersebut dilambangkan dengan lambang bunyi bahasa yang memiliki makna dan bersifat arbitrer yang berdasarkan konvensi masyarakat tutur. Selain itu, bahasa bersifat produktif artinya dengan unsur yang terbatas dapat menghasikan ujaran yang tidak terbatas serta bahasa akan berubah seiring perkembangan zaman dan manusia karena bahasa bersifat dinamis dan manusiawi yang hanya dimiliki dan dipakai atau digunakan oleh manusia.

Berkaitan dengan hal di atas, manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu memakai bahasa sebagai alat penyampai pesan, ide, gagasan dan pikiran kepada orang lain. Wardhaugh mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia baik tulisan maupun lisan. Dengan demikian, sangat jelas sebagai alat komunikasi, manusia memakai bahasa sebagai jembatan dan secara tidak langsung manusia telah menggunakan fungsi bahasa.



Daftar pustaka hakikat bahasa:

Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2010. Pengantar Sosoilinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar