Rabu, 22 Februari 2017

FUNGSI & RAGAM BAHASA

Fungsi Bahasa
Adapun beberapa fungsi bahasa, diantaranya:

§  Sarana komunikasi
Dapat digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja dan komunikasi sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka perlu berkomunikasi dalam berbagai lingkungan ditempat mereka, diantaranya ada:
a.      Antar anggota keluarga
Komunikasi keluarga.
b.      Antar anggota masyarakat
Komunikaasi sosial.
c.       Antar ilmuan
Komunikasi ilmiah.

§  Sarana Integrasi dan Adaptasi
Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara merupakan fungsi integrative. Indikator kedudukannya:
a.       Lambang nasional yang dapat memberikan kebanggaan jati diri pemakainya sebagai bangsa Indonesia.
b.      Lambang identitas nasional yang dapat dikenali oleh masyarakat.
c.       Alat pemersatu penduduk antar pulau diseluruh Indonesia.
d.      Alat komunikasi antar daerah dan antar budaa.
Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:
a.       Bahasa dalam kegiatan resmi.
b.      Bahasa pengantar di sekolah.
c.       Alat komunikasi pada tingkat nasional.
d.      Alat pengembangan budaya.

       Dengan bahasa, orang dapat menyatakan hidup bersama, bahkan bahasa menimbulkan suatu kekuatan yang merupakan sinergi dengan orang lain. Misalnya: seseorang tidak akan menggunakan bahasa ilmiah ketika berbelanja, seorang ibu tidak akan menggunakan bahasa bisnis ketika menasehati anaknya.

§  Sebagai kontrak sosial
Berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal balik, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, masing-masing dapat mengendalikan komunikasi dan memberi saran, kritik, dll.

§  Sarana memahami diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, kecerdasan dll.

§  Sarana ekspresi diri
Dapat dilakukan dari tingkah yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks. Ekspresi paling sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, kecewa. Tingkat kompleks misalnya berupa pernyataan kemampuan mengerjakan proyek besar dalam bentuk proposal yang sulit dan rumit, menulis laporan, desain produk, dll.

§  Sarana memahami orang lain
Dengan pemahaman terdapat seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal mancakup kondisi pribadinya. Melalui pemahaman ini seseorang akan memperoleh wawasan yang luas dan bermanfaat serta memperoleh kemampuan berfikir sinergi dengan memadukan pengalaman orang lain bersama dengan potensi dirinya.

§  Sarana mengamati lingkungan sekitar
Keberhasilan seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreatifitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat. Misalnya: apa yang melatarbelakangi pengamatan, tujuannya, hasilya, kesimpulan.

§  Sarana berfikir logis
Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Selain itu, perlu disadari bahwa bahasa bukan hanya sarana proses berpikir melainkan juga penghasilan pemikiran, konsep atau ide.

§  Membangun kecerdasan
Kecerdasan adalah kemampuan memanfaatkan potensi, pengalaman, pengetahuan dan situasi sehingga menghasilkan kreatifitas baru yang menguntungkan dirinya maupun masyarakat.

§  Mengembangkan kecerdasan ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Selain itu orang yang tekun mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Missal seorang ahli pemograman yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektroni, mesin penerjemaah, dll.

§  Membangun karakter
Kecerdasan merupakan bagian karakter dari manusia. Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik.

§  Mengembangkan profesi
Profesi seseorang tidak akan berkembang tanpa menunjukkan kemampuannya kepada orang lain. Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran diri yang tidak diperoleh selama proses belajar, tetapi berakumulasi dengan pengalaman barunya.

§  Sarana menciptakan kreatifitas baru
Setiap orang memiliki bakat alam yang dibawanya sejak lahir. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang secara sinergis untuk menghasilkan kreatifitas baru. Untuk menciptakan kreatifitas baru setiap mahasiswa harus mengkaji konsep dasar secara menyeluruh dilanjutkan study kasus baik positif maupun negative dilanjutkan memikirkan solusinya dan menciptakan kreatifitas baru.


Ragam Bahasa
Ragam bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah variasi penggunaan bahasa oleh para penutur bahasa itu. Dengan konsep itu, keberadaan bahasa Indonesia resmi (baku) dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh para penuturnya merupakan salah satu bentuk variasi bahasa dari variasi bahasa Indonesia lainnya. Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa bahasa Indonesia resmi digunakan pada tempat atau suasana yang resmi atau hal lain yang menjadi alasan digunakan bahasa resmi tersebut.
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
v  Ragam bahasa undang-undang
v  Ragam bahasa jurnalistik
v  Ragam bahsa ilmiah
v  Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:

1 Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata dan lafal. Ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, raut muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
ª  Ragam bahasa cakapan,
ª  Ragam bahasa pidato,
ª  Ragam bahasa kuliah,
ª  Ragam bahasa panggung.

Ciri-ciri bahasa lisan:
ª  Memerlukan kehadiran orang lain.
ª  Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap.
ª  Terikat ruang dan waktu.
ª  Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

Kelebihan ragam bahasa lisan:
ª  Dapat disesuaikan dengan situasi.
ª  Faktor efisiensi.
ª  Faktor kejelasan karena pembicaraan menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak anggota badan agar pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
ª  Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
ª  Faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
ª  Penggunaan bahasa lisan biasa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.

Kelemahan ragam bahasa lisan:
ª  Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
ª  Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
ª  Tidak semua orang bias melakukan bahasa lisan.
ª  Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

2. Ragam tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosakata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
ª  Ragam bahasa teknis,
ª  Ragam bahasa undang-undang,
ª  Ragam bahasa catatan
ª  Ragam bahasa surat.

Ciri-ciri ragam bahasa tulis:
ª  Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
ª  Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
ª  Tidak terikat ruang dan waktu.
ª  Dipengaruhi tanda baca atau ejaan.

Kelebihan ragam bahasa tulis:
ª  Informasi yang disajikan biasa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
ª  Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
ª  Sebagai sarana memperkaya kosakata.
ª  Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, menjelaskan informasi atau mengungkapkan unsur-unsur emosi sehingga mampu memajukan wawasan pembaca.

Kelemahan ragam bahasa tulis:
ª  Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
ª  Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jerni dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
ª  Tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

Ragam Bahasa Berdasarkan Hubungan Antarpembicara Menurut Akrab Tidaknya Pembicara:
ª  Ragam bahasa resmi, biasanya terdapat didalam pertemuan diruang rapat.
ª  Ragam bahsa akrab, akrab disini biasanya antar manusia satu dengan yang lainnya sudah sama kenal sehingga biasa menggunakan ragam tersebut.
ª  Ragam bahasa agak resmi, hamper sama seperti akrab tetapi perbedaanna ada di tata penulisannya.
ª  Ragam bahasa santai, ragam bahasa yang digunakan sehari-hari. Contohnya: bercandaan antar mahasiswa satu kelasnya, dll.

Ragam bahasa berdasarkan penutur
ª  Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek), contoh: logat bahasa jawa tengah dengan jawa barat jelas berbeda.
ª  Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur, contoh: dalam pelafalan fitnah menjadi pitnah.
ª  Ragam bahasa berdasarkan sikap penutup, contoh: dalam ragam bahasa resmi dan ragam bahasa santai.
ª  Berdasarkan pokok persoalan, contok: dalam pengungkapan adanya operasi antara militer dengan dokter.
ª  Berdasarkan sarana, contoh: dalam ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis.

Daftar pustaka fungsi dan ragam bahasa:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar