Sejarah Permainan Cublak-cublak suweng
Permainan Cublak-cublak suweng, salah satu karya Sunan Giri (1442 M),
seorang ulama sekaligus budayawan yang sangat hebat. Dakwahnya tidak
memaksa namun justru menjadikan rasa untuk hanyut didalamnya. Metode ini
ternyata sangat ampuh untuk menjadikan daya tarik orang-orang jawa awam
terhadap Islam. Melalui seni budaya yang berupa gamelan, tembang,
ataupun karya sastra lainnya menjadikan Sunan Giri sebagai sosok yang
dikagumi hingga kini.
Langkah-langkah Permainan
Cublak-cublak suweng merupakan permainan yang dimainkan minimal 3
orang, dan akan semakin menarik jika dimainkan oleh 7 hingga 8 orang.
Permainan ini dimulai dengan menentukan salah satu dari peserta
permainan untuk menjadi Pak Empo, tokoh utama dalam permainan ini. Pak
Empo bertugas mencari sebuah kerikil, atau batu kecil (diibaratkan
suweng) yang akan disembunyikan peserta lain. Sebelumnya Pak Empo
berbaring telungkup di tengah-tengah peserta, kemudian peserta lain
menaruh telapak tangannya menghadap ke atas di punggung Pak Empo.
Cara bermain
Pertama kali dimulai dengan Gambreng, yang kalah menjadi Pak Empo.
Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. Buka
telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo.
Salah satu anak memegang biji kerikil dan dipindah dari telapak tangan
satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng.
“Cublak cublek suweng. Suwenge ting gelenter. Mambu ketundung gudel.
Pak empo lirak-lirik. Sapa ngguyu ndhelikake. Sir-sir pong dele gosong.
Sir-sir pong dele gosong.”, dinyanyikan bersama, biasanya dilakukan 2
atau 3 kali.
Sambil bernyanyi, kerikil atau biji dipindahkan dari tangan satu
pemain ke tangan pemain berikutmya, setelah kalimat (bait terakhir)
“Sir-sir pong dele gosong” serahkan biji atau kerikil ke tangan seorang
anak untuk disembunyikan dalam genggaman. Di akhir lagu, semua anak
menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan
kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan. Pak Empo bangun dan menebak
di tangan siapa biji atau kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar,
anak yang menggenggam biji atau kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila
salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.
Manfaat Permainan Cublak-cublak Suweng
Anak belajar menyanyi, mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan,
mengenal bahasa Jawa, melatih motorik halus, belajar mengikuti aturan,
latihan kerja sama dan belajar menyimpan rahasia.
Dimana Saja Permainan Ini Dimainkan?
Permainan ini dimainkan diseluruh Indonesia.
Apakah Permainan Ini Bisa Dimainkan Didalam Kelas?
Permainan ini bisa dimainkan didalam kelas maupun diluar kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar